Monday, 25 August 2008

NASEHAT INDAH ULAMA SALAF

▪️▪️▪️▪️ 

๐Ÿ“ก "Berkata Mu'adz bin Jabal ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡:

๐ŸŽ€
"Pelajarilah oleh kalian ilmu karena sesungguhnya mempelajari ilmu karena Allah adalah bentuk rasa takut (kepada Allah) menuntutnya adalah bernilai ibadah,

 ๐ŸŒ€ Mengingat-ingat kembali ilmu yang telah dipelajari adalah tasbih, 

๐Ÿ”ฐ Membahasnya adalah bernilai jihad,

 ๐Ÿ’ฆ Mengajarkannya kepada yang tidak mengetahuinya adalah sedekah, 

♻️ Dan mencurahkannya kepada orang yang pantas menerimanya adalah bentuk taqorrub (kepada Allah). 

๐Ÿšฆ Karena sesungguhnya ilmu itu adalah rambu-rambu halal dan haram, dan menara penerang jalannya para ahli surga.

๐Ÿ”‹ Ilmu itu sebagai penghibur ketika sepi, dan teman di saat keterasingan, kawan bicara di saat sendirian, petunjuk pada saat senang maupun susah, senjata atas para musuh, dan hiasan di antara para sahabat.

 ๐Ÿต Dengan ilmu Allah mengangkat sekelompok kaum sehingga Dia jadikan mereka itu sebagai panutan dan pemimpin kepada kebaikan, sehingga tingkah laku mereka menjadi tauladan, dan mereka dijadikan sebagai orang yang dimintai pendapat. 

๐Ÿ”ญ Para malaikat pun senang untuk berkawan dengan mereka, dan menyentuh mereka dengan sayap-sayapnya. 

๐ŸŒง Semua yang basah dan yang kering meminta ampun untuknya, begitu juga ikan-ikan dan hewan laut, juga hewan buas di darat dan hewan ternaknya. 

๐Ÿ’ฅ Sebab ilmu akan menghidupkan hati dari kebodohan, dan cahaya dari kegelapan.

๐ŸŽ— Dengan ilmu seorang hamba dapat memperoleh kedudukan orang-orang yang baik dan derajat-derajat yang tinggi di dunia dan di akhirat. 

๐Ÿ“‹ Berpikir tentang ilmu sama nilainya dengan puasa, mempelajarinya sama nilainya dengan shalat malam. 

๐Ÿ” Dengan ilmu tersambunglah silatur rahim, dan dengannya diketahuilah segala yang halal dan yang haram. 

⏳ Ilmu adalah imamnya amal, sedangkan amal adalah pengikutnya.

๐Ÿ’   Ilmu diberikan kepada orang-orang yang bahagia dan diharamkan atas orang-orang yang celaka.”


๐Ÿ“š SUMBER  (Minhajul qashidiin: 15)



ู‚ุงู„ ู…ุนุงุฐ ุจู† ุฌุจู„ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡:

"ุชَุนَู„َّู…ُูˆุง ุงู„ْุนِู„ْู…َ، ูَุฅِู†َّ ุชَุนَู„ُّู…َู‡ُ ู„ู„ู‡ِ ุฎَุดْูŠَุฉٌ، ูˆَุทَู„َุจَู‡ُ ุนِุจَุงุฏَุฉٌ، ูˆَู…ُุฐَุงูƒَุฑَุชَู‡ُ ุชَุณْุจِูŠْุญٌ، ูˆَุงู„ْุจَุญْุซَ ุนَู†ْู‡ُ ุฌِู‡َุงุฏٌ، ูˆَุชَุนْู„ِูŠْู…َู‡ُ ู„ِู…َู†ْ ู„ุงَ ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُ ุตَุฏَู‚َุฉٌ، ูˆَุจَุฐْู„َู‡ُ ِู„ุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ู‚ُุฑْุจَุฉٌ، ِู„ุฃَู†َّู‡ُ ู…َุนَุงู„ِู…ُ ุงู„ْุญَู„ุงَู„ِ ูˆَุงู„ْุญَุฑَุงู…ِ، ูˆَู…َู†َุงุฑَ ุณَุจِูŠْู„َ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ. ูˆَู‡ُูˆَ ุงْู„ุฃَู†ِูŠْุณُ ูِูŠ ุงู„ْูˆَุญْุดَุฉِ، ูˆَุงู„ุตَّุงุญِุจُ ูِูŠ ุงู„ْุบُุฑْุจَุฉِ، ูˆَุงู„ْู…ُุญَุฏِّุซُ ูِูŠ ุงู„ْุฎَู„ْูˆَุฉِ، ูˆَุงู„ุฏَّู„ِูŠْู„ُ ุนَู„ู‰َ ุงู„ุณَّุฑَّุงุกِ ูˆَุงู„ุถَّุฑَّุงุกِ، ูˆَุงู„ุณِّู„ุงَุญُ ุนَู„َู‰ ุงْู„ุฃَุนْุฏَุงุกِ، ูˆَุงู„ุฒَّูŠْู†ُ ุนِู†ْุฏَ ุงْู„ุฃَุฎِู„ุงَّุกِ، ูŠَุฑْูَุนُ ุงู„ู„ู‡ُ ุจِู‡ِ ุฃَู‚ْูˆَุงู…ًุง ูَูŠَุฌْุนَู„ُู‡ُู…ْ ู„ِู„ْุฎَูŠْุฑِ ู‚َุงุฏَุฉً ูˆَุฃَุฆِู…َّุฉً، ุชُู‚ْุชَุตُّ ุขุซَุงุฑُู‡ُู…ْ، ูˆَูŠُู‚ْุชَุฏَู‰ ุจِุฃَูْุนَุงู„ِู‡ِู…ْ، ูˆَูŠُู†ْุชَู‡َู‰ ุฅِู„َู‰ ุฑَุฃْูŠِู‡ِู…ْ، ุชَุฑْุบَุจُ ุงู„ْู…َู„ุงَุฆِูƒَุฉُ ูِูŠ ุฎُู„َّุชِู‡ِู…ْ، ูˆَุจِุฃَุฌْู†ِุญَุชِู‡َุง ุชَู…ْุณَุญُู‡ُู…ْ، ูˆَูŠَุณْุชَุบْูِุฑْ ู„َู‡ُู…ْ ูƒُู„ ُّุฑَุทْุจٍ ูˆَูŠَุงุจِุณٍ، ูˆَุญِูŠْุชَุงู†ُ ุงู„ْุจَุญْุฑِ ูˆَู‡َูˆَุงู…ُّู‡ُ، ูˆَุณِุจَุงุนُ ุงู„ْุจَุฑِّ ูˆَุฃَู†ْุนَุงู…ُู‡ُ، ِู„ุฃَู†َّ ุงู„ْุนِู„ْู…َ ุญَูŠَุงุฉٌ ู„ِู„ْู‚ُู„ُูˆْุจِ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَู‡ْู„ِ، ูˆَู…َุตَุงุจِูŠْุญُ ุงْู„ุฃَู†ْูˆَุงุฑِ ู…ِู†َ ุงู„ุธُّู„ْู…ِ، ูŠَุจْู„ُุบُ ุงู„ْุนَุจْุฏُ ุจِุงู„ْุนِู„ْู…ِ ู…َู†َุงุฒِู„َ ุงْู„ุฃَุฎْูŠَุงุฑِ ูˆَุงู„ุฏَّุฑَุฌَุงุชِ ุงู„ْุนُู„َู‰ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงْู„ุขุฎِุฑَุฉِ، ูˆَุงู„ุชَّูْูƒِูŠْุฑُ ูِูŠْู‡ِ ูŠَุนْุฏِู„ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…َ، ูˆَู…ُุฏَุงุฑَุณَุชُู‡ُ ุชَุนْุฏِู„ُ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َ، ุจِู‡ِ ุชُูˆْุตَู„ُ ุงْู„ุฃَุฑْุญَุงู…ُ، ูˆَุจِู‡ِ ูŠُุนْุฑَูُ ุงู„ْุญَู„ุงَู„ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุญَุฑَุงู…ِ، ูˆَู‡ُูˆَ ุฅِู…َุงู…ُ ุงู„ْุนَู…َู„ِ، ูˆَุงู„ْุนَู…َู„ُ ุชَุงุจِุนُู‡ُ، ูŠُู„ْู‡ِู…ُู‡ُ ุงู„ุณُّุนَุฏَุงุกَ، ูˆَูŠُุญْุฑِู…ُู‡ُ ุงْู„ุฃَุดْู‚ِูŠَุงุกَ".

(ู…ู†ู‡ุงุฌ ุงู„ู‚ุงุตุฏูŠู†: ูกูฅ )

๐Ÿ“คSumber:
Telegram KajianIslamTemanggung
------------๐Ÿ’Ž------------
๐Ÿ”‘ Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo

Apa Yang Salah Dengan Indonesia?

Empat hari yang lalu. Malam 17 agustus 2008. Pada saat acara tasyakuran ulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Damaskus, ada tiga orang mahasiswa sebagai representatif dari PPI (perhimpunan pelajar Indonesia) dalam rangka ikut berpartisipasi dalam meramaikan acara tersdebut, mereka membacakan puisi yang cukup menyayat hati. Mengangkat sebuah tema tentang keadaan negara kita yang sangat porak-poranda yang selalu dihiasi dengan masalah-masalah yang pelik baik di dalam maupun di luar negri.

Ada beberapa potongan bait yang masih saya ingat dari sekian deretan bait puisi yang mereka bacakan. Yang kurang lebih isinya sebagai berikut.

Lihat itu disana……………….
Ketika TKW+TKI pergi meninggalkan negeri
Wajah-wajah berseri ketika antri
Penuh harapan meraup real dan dolar
Namun apa realitanya
Banyak yang tak di bayar majikan, di strika, di rotan, di siksa, di perkosa, dan pulang tak bernyawa
Dan ketika menginjakkan kaki di bandara Soekarno-Hatta
Banyak yang di peras pula
Masihkah kau tega membentak-bentak mereka
Lalu di mana hatimu sebagai manusia?..

Isi bait-bait puisi tersebut tidak lain adalah sebuah gambaran ril dari apa yang terjadi pada anak-anak bangsa yang nekad untuk mengadu nasib di luar negri tanpa memiliki keahlian atau keterampilan yang bisa diandalkan. Apa yang di ungkapkan dalam bait-bait puisi tersebut adalah merupakan petika-petikan dari sekian banyak fakta yang terjadi. Sungguh sangat memilukan. Tapi yang lebih memilukan lagi dan bahkan sangat memalukan, pada saat sama, pada hari dibacakannya bait-bait puisi itu, dan pada tempat yang sama (lokasi Damaskus atau negara Suriah), Santi (nama samaran), seorang TKW (tenaga kerja wanita) yang rela meninggalkan sanak keluarganya ke luar negri demi meraih dolar dan real, dengan kejam diperkosa persis seperti apa yang diungkapakan dalam bait puisi tersebut, bahkan tidak cuma diperkosa akan tetapi ia digilir oleh empat orang laki-laki bajingan pada saat ia mencoba kabur dari rumah majikannya.

Tapi Santi hanyalah salah seorang dari sekian ratus TKW yang menjadi korban hawa nafsu para laki-laki yang tak bermoral. Tapi sayangnya kasus-kasus semacam ini jarang tuntas. Para pelakunya jarang mendapat hukuman setimpal yang sesuai dengan perilakunya. Telinga kami sudah bosan mendengar TKW-TKW kita dilecehkan, disiksa, dibunuh, dan tidak digaji. Sungguh menyakitkan. Tapi mereka, orang-orang yang mendapat keuntungan di balik ini semua, barang kali mereka juga sudah bosan mendengar itu semua, akan tetapi tampaknya telinga mereka sangat menikmati berita-berita semacam itu, bak menikmati indahnya ketukan alunan musik.

Mereka yang konon disebut-sebut sebagai para pahlawan devisa negara, sebuah paradigma yang mereka usung demi menutup-nutupi keinginan busuk mereka untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Ya, memang secara tidak langsung kepergian mereka bekerja di luar negri memang sangat membantu bertambahnya pemasukan devisa negara, tapi disisi lain, ini sangat kontra produktif terhadap usaha pemerintah Indonesia yang selama ini dilakukan untuk mengangkat harkat derajat atau nama baik negara kita. Ditambah lagi dengan ketidak mampuan atau barang kali ketidak seriusan perwakilan-perwakilan pemerintah Indonesaia dalam membela hak-hak warga negaranya di luar negri, ini sangat menambah buruknya cintra Indonesia di mata internasional. Karena ketidak mampuan atau ketidak berdayaan tersebut menandakan bahwa Indonesia adalah negara atau bangsa yang lemah, maka itu sama saja membuka peluang lebar-lebar bagi para oknum-oknum jahat untuk menindas bangsa Indonesia.

Selama ini, jalur ketenagakerjaan TKW antara Indonesia dengan Suriah, atau juga barang kali dengan negara-negara sahabat lainnya adalah jalur yang belum resmi alias ilegal. Tapi Ironisnya dan ini sangat menggelikan. Dengan label ilegal tersebut, para agen TKW Indonesia –Suriah berhasil memasukkan lebih kurang 50.000 orang TKW. Sebuah jumlah yang sangat besar. Setara dengan jumlah penduduk suatu kota di indonesia. Jadi, bisa dikatakan bahwa agen-agen TKW berpotensi untuk bisa mengkosongkan seluruh penduduk dari sebuah kota. Sungguh luar biasa. Padahal pemerintah sendiri sampai saat ini belum berhasil mengatasi polemik kepadatan penduduk yang terjadi di sebagian kota.

Ini hanyalah satu dari sekian ribu permasalahan yang dihadapi ibu pertiwi kita. Satu masalah saja tampak begitu kompleks dan membingungkan. Belum lagi ditambah masalah-maslah lainnya entah itu yang bersifat internal atau eksternal, atau yang berhubungan dengan ekonomi, kebudayaan, keamanan, atau lini yang lainnya. Bisa dibayangkan betapa beratnya tugas mereka, para pejuang yang saat ini sedang bersusah payah memperbaiki keadaan negara kita, baik mereka yang dari kalangan pemerintahan ataupun dari kalangan pendidik, ulama, cendikiawan dan yang lainnya.

Sebenarnya, apa sih yang kurang dari negara kita? Semakin lama semakin banyak keluar sarjana-sarjana, master-master, bahkan doktor-doktor. Dengan kata lain di negara kita semakin banyak orang-orang pintar dan orang-orang yang berpendidikan. Cuma barang kali yang jadi masalah adalah pintar apa? Dan terdidik untuk apa? Rasanya ada yang salah dengan sistem pendidikan di negara kepulauan nusantara ini, sehingga di negara ini tidak terlahir manusia-manusia kecuali manusia manusia yang pragmatis, feodalis, dan egois. dalam tanda kutip secara umun.

Sekarang marilah kita coba flash back, mengingat apa yang kita kenyam dari ajaran-ajaran yang kita terima dari para pendidik kita. Nilai-nilai dan ajaran-ajaran yang ditransfer oleh para kebanyakan pendidik kita adalah mayoritasnya ajaran warisan dari kolonial belanda yang banyak mengandung feodalisme. Sehingga sering para anak didik dicekokin nasehat semacam ini oleh para pendidiknya: "nak, kamu belajar yang rajin yah... supaya pintar dan dapat nilai yang bagus, kalau kamu pintar atau nilainya bagus, nanti akan mudah cari pekerjaan." Maka dari itu, anda bisa mendapatkan banyak les-les dan kelas-kelas tambahan yang tujuannya hanya untuk mengejar nilai Ebtanas atau UAN.

Jadi, menjadi pintar dan mendapat nilai bagus tujuannya adalah mendapat penghidupan, uang, atau pekerjaan. Atau bisa dirumuskan tujuannya hanya untuk cari pekerjaan, bisa menikah, punya anak istri, dan makan saja. Itulah yang kebanyakan tertanam pada jiwa anak-anak bangsa saat ini. Walhasil, orang yang benar-benar pintar banyak yang egois dan hanya mau mengurusi hal-hal yang menguntungkan dirinya alias pragmatis. Dan banyak juga orang yang tidak pintar tapi mendapat nilai besar dengan jalan-jalan yang tidak sah demi mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak, finally yang dirugikan adalah instansi atau orang-orang yang mempercayai dia. Dan yang lebih bahaya lagi adalah munculnya orang-orang pintar yang hobinya menggerogoti uang negara, merusak tatanan moral masyarakat, bahkan merusak tatanan keagamaan. Naudzubillah.

Ini hanyalah salah satu dari pada problematika yang menyelimuti negara kita. Tentunya di sana masih banyak faktor-faktor lain yang bekerja sebagai virus yang senantiasa menggerogoti bangsa kita, entah itu faktor yang menyerang dari dalam atau dari luar. Yang jelas, mulai sekarang kita harus sadar bahwa tugas kita sebagai anak bangsa sangat berat. Oleh karena itu kita harus mulai serius memikirkan dan mengadakan perbaikan pada masyarakat dan bangsa kita. Kita mulai dari sekarang bagi yang belum memulai, dan kita teruskan bagi yang sudah memulai, dan kita bangkit kembali bagi yang sudah putus asa. Bismillah, kita pasti bisa.



Damaskus, 21 agustus 2008

The Power of Love

Zaman sekarang, siapa sih yang tidak kenal kata cinta? hampir setiap orang kenal bahkan akrab dengan kata itu. Jangan kan orang dewasa dan anak-anak remaja, anak-anak kecil-pun yang masih di sekolah dasar sudah banyak yang mengenal kata itu meski mereka belum begitu faham dan belum merasakan apa yang mereka sebut dengan "cinta".

Karena saking dekat dan familiarnya kata cinta itu dalam kehidupan kita, hampir setiap kalangan terutama para pecinta dan ahli sastra merangkai kata-kata indah sebagai ungkapan tentang arti cinta, yang biasa mereka sebut dengan wisedom atau kata mutiara. Ada yang mengungkapkan bahwa cinta itu buta "love is blind" (artinya bukan mencinai orang buta lho...) ada juga yang menganalogkan bahwa cinta itu laksana perang, mudah untuk dimulai tapi sangat sulit untuk diakhiri "love is like war, easy to begin but so hard to be ended." Dan ada juga sebagian dari orang-orang yang sering gagal dan prustasi dalam menjalin hubungan cinta, mereka mengungkapkan bahwa cinta adalah .... kucing.

Begitu hebatnya pengaruh cinta. sehingga seluruh manusia dari setiap kalangan, golongan umur, ras, serta bangsa, seluruhnya menyempatkan diri untuk memikirkan arti kata "love" ini. Kata orang cinta adalah sumber kekuatan, sumber inspirasi, bahkan sumber kehidupan, tapi pada saat yang sama ada yang juga yang mengatakan bahwa cinta sumber kehancuran dan penderitaan. Benar tidaknya statemen-statemen tersebut adalah relatif, tergantung bagaimana kita memandang arti cinta tersebut dan bagaimana kita berinteraksi dengannya. Terlepas dari benar atau tidaknya itu semua, semua sepakat bahwa cinta memiliki kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Seorang yang hatinya sedang berbunga-bunga karena cinta, yang jiwanya sedang memuja seorang pujaan hati yang mengisi hatinya, ia senderung akan selau senang, gembira, kuat menahan lapar dan haus.

Karena cinta seseorang bisa meninggalkan apa yang ia sukai, bahkan yang ia butuhkan. Bahkan bisa dikatakan karena cinta orang bisa meninggalkan hawa nafsunya. Sang pencinta bisa melupakan lapar, haus, dan segala penderitaan yang lain demi orang yang ia cintai. Itulah hakikat kekuatan cinta. Cinta adalah kekuatan dahsyat yang dapat menggerakkan hati, sehingga sang pemilik hati mau melakukan apapun demi meraih apa yang diinginkan cintanya. Cinta adalah motor penggerak jiwa dan raga.

Ada sebuah fakta sejarah yang dapat kita jadikan bukti akan dahsyatnya kekuatan cinta. Pada tahun 1991 kongres Amerika mengeluarkan keputusan undang-undang yang tegas tentang pelarangan produksi, pemaikaian, dan jual beli miras (minuman keras), baik secara terang-terangan atau secara rahasia, bahkan keputusan tersebut menekankan ketegasan hukuman bagi siap saja yang melanggar. Itu terjadi setelah mereka mengetahui dan memahami akan bahayanya miras bagi kehidupan mereka secara jasmani dan rohani. Tapi sayangnya kesadaran logis (akal) yang mereka gunakan pada saat itu tidak dibarengi dengan kekuatan emosi hati (cinta). Maka hasilnya, praktek dari pada UU tersebut tidak bisa bertahan lama, barang kali hanya berjalan beberapa bulan, bahkan mungkin cuma beberapa minggu. Bisa dibayangkan, sebuah kebiasaan murni saja yang sudah mendarah daging pada sebuah masyarakat akan sangat sulit untuk dihilangkan begitu saja, apatah lagi itu adalah kebiasaan yang dibarengi dengan unsur candu yang terdapat dalam miras itu sendiri. Dan pada akhirnya UU tersebut hanyalah tinggal tetesan-tetesan tinta yang tercecer di atas kertas tanpa adanya penerapan sama sekali. Sehingga pada tahun 1933 konggres Amerika memutuskan untuk mencabut kembali keputusan UU tersebut. Ternyata kesadaran akal saja tidak cukup untuk menjadi motor penggerak yang kuat untuk menghilangkan sebuah adat atau kebiasaan yang buruk.

Berbeda halnya, dengan apa yang terjadi pada 1400 tahun yang silam. Pada saat bangsa Arab Madinah belum banyak mengetahui ilmu kesehatan atau kedokteran. Pada saat pemerintah belum memiliki banyak aparat yang mengontrol jalannya undang-undang di jalan-jalan kota. Dengan keadaan masyarakat yang sudah sangat bergantung dan candu pada miras, cinta telah menggerakan hati mereka untuk meninggalakan apa yang mereka sukai. Pada saat turun kepada merka ayat dari Allah SWT yang di bacakan lewat lisan kekasih mereka, Rasullallah SAW:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْุฎَู…ْุฑُ ูˆَุงู„ْู…َูŠْุณِุฑُ ูˆَุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุจُ ูˆَุงู„ْุฃَุฒْู„َุงู…ُ ุฑِุฌْุณٌ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ูَุงุฌْุชَู†ِุจُูˆู‡ُ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ * ุฅِู†َّู…َุง ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ุฃَู†ْ ูŠُูˆู‚ِุนَ ุจَูŠْู†َูƒُู…ُ ุงู„ْุนَุฏَุงูˆَุฉَ ูˆَุงู„ْุจَุบْุถَุงุกَ ูِูŠ ุงู„ْุฎَู…ْุฑِ ูˆَุงู„ْู…َูŠْุณِุฑِ ูˆَูŠَุตُุฏَّูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุนَู†ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูَู‡َู„ْ ุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُู†ْุชَู‡ُูˆู†َ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar (miras), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu, niscaya kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan hal-hal yang demikian)! (al-Maidah:90-91) Mendengar seruan tersebut mereka seraya menjawab tanpa keraguan: "kami berhenti... kami berhenti..." maka seketika itu juga mereka bergegas membuang khamar-khamar yang berada di rumah-rumah mereka ke jalanan. Ternyata kekuatan cinta dapat merubah segalanya. Demi cinta mereka rela meninggalkan miras yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari mereka. Itu semua karena cinta yang sudah mengakar kuat di dalam hati mereka. Cinta itu adalah cinta mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Demi cinta, seseorang bisa menahan berbagai macam penderitaan. Demi cinta, ia mau mengorbankan segala apa yang ia miliki. Maka sungguh dusta jika ada seseorang mengaku cinta tapi ia tidak pernah mengingat kekasihnya, enggan memenuhi pintanya. Persis seperti apa yang dikatakan oleh Rabi'ah Adawiyah:

"Bagaimana mungkin kau mengaku cinta pada tuhanmu, sedang kau melanggar titahnya? Demi hidupku! ini adalah logika yang indah : jikalau kau memang benar mencintainya niscaya kau akan menaatinya, sesungguhnya seorang pencinta akan selalu taat pada kekasihnya."

Demikian pula Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya berkata:

"Barang siapa yang mengaku tentang 4 hal tanpa mengerjakan 4 hal yang lainnya maka ia adalah pendusta: dan barang siapa mengaku cinta surga akan tetapi ia tidak taat maka ia adalah pendusta; dan barang siapa yang mengaku cinta Rasullallah SAW akan tetapi ia tidak mencintai ulama dan orang-orang faqir maka ia adalah pendusta; dan barang siapa mengaku takut pada neraka akan tetapi ia tidak meninggalkan maksiat maka ia adalah pendusta; dan barang siap mengaku cinta pada Allah akan tetapi ia masih mengeluh atas musibah maka ia adalah pendusta."

Dan Allah Berfirman:

ู‚ُู„ْ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุญِุจُّูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ูَุงุชَّุจِุนُูˆู†ِูŠ ูŠُุญْุจِุจْูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku! niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)

Wednesday, 13 August 2008

ISLAM ADALAH AGAMA FITRAH

Islam, tak diragukan lagi, adalah din fitrah, yakni din yang cocok dan sesuai dengan potensi dasar manusia, Konstitusinya dapat diterima akal sehat, hidayahnya menyinari hati, sendi keimanannya adalah kedalaman pengkajian.

Inilah agama yang toleran, fleksibel dan cocok untuk segala masa, situasi dan kondisi. Syariatnya mampu mengatur masyarakat. Persamaan dan penghormatannya terhadap hak asasi yang terkandung dalam ajarannya, mempersatukan manusia, mengayomi serta melindungi setiap jiwa manusia, sehingga tenteram menuju kehidupan berikutnya yang penuh kenikmatan sesuai amal baik yang dilakukannya. Semuanya itulah yang menjadikan Islam dekat dan lekat dengan tabiat atau fitrah manusia, sehingga manusia merasa rela menjadikannya sebagai din, cahaya yang dijadikan penerang kehidupannya, serta tirai pelindung dan pemberi ketentraman jiwa, bila keraguan melanda.

Islam adalah aqidah yang meliputi kepercayaan terhadap Keesaan Yang Maha Pencipta, dan iman kepada risalah Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia. Itulah risalah yang telah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang “Minajjulumati ilanur” dari kesesatan kepada petunjuk, dan dari kekacauan menuju kehidupan yang teratur dan tertib.

Nilai lebih yang dimiliki Islam dari din lain ialah, sekali jiwa seseorang meridhoi, mengimani segala ajarannya, serta merasakan ketentramannya, pastilah tidak mau menggantikannya denga ajaran ataupun din yang lain, kecuali dalam bilangan yang tidak perlu diperhitungkan.

Perancis menjajah Aljajair selama 130 tahun,selama kurun waktu itu, misi Kristen terus melancarkan gerakannya, berusaha mengkristenkan rakyatnya diseluruh pelosok wilayah yang dijajahnya, namun, mereka tidak dapat mengkristenkan kecuali hanya satu dua orang muslim saja, itupun dengan harga yang sangat mahal. Hal ini membuktikan, seorang muslim bagaimanapun kondisi dan situasi yang dihadapinya, tak hendak keluar dari agamanya. Sebaliknya setiap hari puluhan orang keluar dari agamanya, kemudian memeluk Islam dengan kerelaan. Hal ini menunjukkan pula bahwa Islam benar-benar agama yang serasi denga fitrah manusia.

Banyak umat yang telah dibangun kebudayaannya oleh Islam. Bahkan dapat kita buktikan, tidak ada satu bangsa yang memeluk Islam kecuali meningkat taraf kehidupannya, fakta yang amat jelas. Jazirah Arab sendiri misalnya, Ketika penduduknya memeluk Islam, kemudian sesuai dengan perintah dinnya, mereka melakukan amar ma’ruf nahi munkar, maka segera saja mereka menjadi pengibar bendera ilmu pengetahuan kesegenap penjuru dunia. Bangsa Arab memperoleh kemenangan besar secara beruntun disegala bidang, dan itu adalah kemenangan yang belum pernah mereka peroleh sebelum memeluk Islam.

Islam telah menuntun mereka kearah kemajuan, merapikan barisan, memberikan mereka kekuatan, kemenangan serta kepemimpinan. Wilayah demi wilayah masuk dalam lingkungan kepemimpinan Islam, dan tak satupun dari bangsa yang ada didunia ini yang memeluk Islam kecuali meningkat wawasan berpikirnya, hilang kebodohan rakyatnya, menjadikan akal pikiran mereka cemerlang, penuh dengan cahaya ilmu dan pengetahuan.

Di Indonesia sendiri kemerdekaan bisa diraih karena perjuangan para pemeluk Agama Islam, bahkan kalau kita mau jujur, penetapan hari angkatan bersenjata yang jatuh tanggal 5 Oktober, itupun sesungguhnya berawal dari perjuangan para santri serta Ulama yang berjuang menentang agresi belanda di Ambarawa, kita lihat hampir seluruh para pahlawan yang namanya masih tetap dikenang sampai saat kini adalah para pemeluk Agama Islam yang taat, sebut saja Pattimura di Ambon, Sultan Hassanuddin dari Makassar, Pangeran Diponegoro dari tanah Jawa, Cut Nyak Dien dari Aceh, serta masih banyak lagi.

Demikianlah, berbahagia dan berbanggalah kita yang telah terpilih menjadi orang2 yang rela dan Ikhlas menjadi penganut agama Islam, Satu-satunya agama yang diridhoi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Subhanakallahuma wabihamdika, Asyhadu ala ilahaila anta astagfiruka wa atubuilaika

Musyawaroh Iblis, Syetan & Jin La'natulloh 'Alayh...!!!

Setan, Iblis dan para Jin mengadakan pertemuan dimana, dalam pembukaannya dikatakannya :
”Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid”, ”Kita tidak dapat melarang mereka membaca al-Qur'an dan mencari kebenaran.” “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Alloh, dan pembawa risalahNya Muhammad.”
“Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Alloh, maka kekuatan kita akan lumpuh.”

“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Mesjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Alloh.”

“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis.

“Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Alloh dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!.”

“Bagaimana kami melakukannya? tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka,” jawab sang iblis.

“Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA, SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG.”

“Bujuk para istri untuk bekerja diluar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.”

“Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.”

“Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja.”

“Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan dirumah.”

“Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan.”

“Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC dirumah sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus disemua restoran maupun toko2 didunia ini. Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Alloh dan RosulNya.”

“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah dan tabloid.”

“Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari.”

“Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan dijalanan.”

“Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”

“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus dimajalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka.”

“Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala.” “Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari diluaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga.”

“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”

“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Alloh menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ketempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop. Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.”

“Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang sholeh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”

“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Alloh.”

“Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Alloh).”
“PASTI BERHASIL!, PASTI BERHASIL!!”, “RENCANA YANG BAGUS”
“Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA.”

“Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Alloh Subhaanahu wa Ta'aala Sang Pencipta.”

“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Alloh dan RosulNya.”

Sekarang pertanyaan saya adalah !!!,

“ APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL ?!?”

“ ANDA SENDIRILAH YANG MENENTUKAN !!! ”

Walloohu A'lam Bishshowab...

Admin Comment ;

Artikel ini saya ambil dari file E-Mail saya yang sdh cukup lama usianya (11 Dec 2003), berasal dari miling list al-Azhar... Semoga tetap memberikan manfa'at, sebagai media muhasabah bagi kita semua.

Waspadai! Israel Luncurkan Tafsir Al-Quran Online, Quranet

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan proyek tafsir alquran online. Sejumlah negara-negara Arab mencurigai proyek yang menurut Israel bertujuan untuk menjembatani dunia Islam dengan Barat.

Kementerian Luar Negeri melibatkan sekitar 15 akademisi Muslim dari kalangan Arab Badui di Israel untuk membuat proyek yang diberi nama Quranet itu. Menurut Kementerian Luar Negeri, keterlibatan mereka sebagai bagian dari program Master mereka di bidang konseling di bidang pendidikan dan sebagai "alat pendidikan untuk mengungkap keindahan al-Quran dan penghormatan al-Quran terhadap kemuliaan umat manusia."

Israel juga melibatkan tiga ulama Islam yang akan memeriksa kembali keseluruhan isi Quranet. Meski demikian, pengawasan terhadap Quranet tetap berada di pihak Israel, yang menunjuk seorang Yahudi Profesor Dr. Ofer Grosbard sebagai pengawasnya.

Situs Kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan, Quranet adalah proyek untuk mentransformasikan al-Quran menjadi alat yang unik dan bisa dimanfaatkan untuk sarana pendidikan bagi para orangtua dan guru. Dengan cara ini orang akan dengan mudah mengakses keindahan dan kekuatan al-Quran.

Untuk mengakses Quranet, para penggunanya tinggal memilih indeks topik yang diinginkan untuk mendapatkan ayat-ayat al-Quran yang relevan dengan topik terkait, disertai dengan penjelasan bagaimana cara mengimplementasikan ayat-ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Proyek Quranet ditampilkan pada bulan Mei di aula gedung kepresidenan Israel di wilayah pendudukan Yerusalem. Selain meluncurkan situsnya, materi-materi Quranet juga akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh Penerbit Universitas Ben Gurion.

Israel meluncurkan situs Quranet, karena terinspirasi dari seorang mahasiswa Badui yang sedang mengikuti pendidikan di bidang ilmu Psikologi Pembangunan. Mahasiswa itu mengatakan pada Profesor Grosbard bahwa ayat-ayat al-Quran mampu memberikan dampak yang dashyat bagi para orang tua yang berkonsultasi tentang problem anak-anak mereka.

Grosbard kemudian membawa al-Quran ke kelas mereka dan meminta para mahasiswa Badui itu menunjukkan ayat-ayat mana yang terkait dengan masalah pendidikan. Mereka kemudian memilih 300 ayat. Masing-masing ayat dikaitkan dengan cerita dan penjelasan singkat dari sisi pendidikan dan psikologi yang dibuat Grosbard. Ayat-ayat yang dipilih itu kebanyakan ayat-ayat yang berisi tentang tanggung jawab, saling menghormati dan kejujuran.

Namun proyek Quranet Israel ini menimbulkan kekhawatiran di dalam dan di luar Israel. Kementerian Agama Mesir menilai Israel akan memanipulasi al-Quran untuk kepentingannya sendiri. Deputi kementerian agama Mesir Syaikh Shawqi Abdul Latief menyatakan, kementeriannya akan mengeluarkan pernyataan tentang manipulasi dalam proyek itu dan akan mengeluarkan larangan terhadap Quranet di dunia Islam.

Pernyataan tegas juga dikeluarkan oleh Kementerian Agama Palestina yang meragukan validitas dari tafsir al-Quran versi Israel. Menurut kementerian itu, sudah ada tafsir-tafsir al-Quran yang benar dan tidak perlu diluncurkan tafsir seperti proyek Quranet Israel. (ln/al-araby)

Kasih Sepanjang Hayat

Jepang merupakan salah satu diantara negara yang dijuluki 7 macan Asia oleh seorang Futurolog kenamaan John Naisbit. Termasuk Indonesia, tapi macannya sudah ompong dan tua: mendesak untuk diregenerasi. Jepang terkenal dengan kemajuan teknologi (terobosan dan inovasi) dan SDM yang handal (tingkat pendidikan dan pendapatan). Lihat produk elektronik dan ilmu arsitekturnya (bangunan anti gempa dan rumah plastik) hingga era millenium ini seakan bisa dikategorikan zaman baru setelah zaman batu, zaman perunggu, zaman logam... zaman kayu masuk kaga ya?? Kategori zaman apa itu?: ZAMAN PLASTIK!!

Dibalik kejayaan tersebut (gold civilization), Jepang juga sedang dilanda masalah dalam kehidupan berbangsa, khususnya masalah fragmentasi sosial yang akut. Kehidupan metropolitan, fast food, dan instant life menuntut masyarakatnya untuk kompetitif alias SURVIVAL. Kultus demikian juga menuntut individu yang telah berumur 17 tahun (umur produktif) untuk mandiri alias angkat kaki dari rumah BOKAP dan NYOKAP. Manusia-manusia yang tidak produktif lagi (LANSIA) dikarantinakan di Panti Jompo agar tidak terlalu membebani anak-anaknya.

Banyak yang mampu bertahan dan sukses, namun banyak pula kisah pilu tentang beratnya deraan hidup di negeri Sakura ini.
Kisah ini saya dengar langsung dari orang yang bermata sipit itu (no RACISM).

Keluarga kecil yang terdiri dari 1 ibu dan 1 anak..
Seorang gadis yang hidup serumah dengan ibunya yang telah LANSIA..

Bertahan terhadap berbagai terpaan hidup dan kesulitan ekonomi..

Gadis ini sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya,
Apalagi memantijompokan ibunya yang sudah tua..
Ia tak punya uang untuk itu..

Ketika deraan hidup tak mampu lagi ia jalani..
Gadis itu berniat membawa ibunya ke suatu tempat yang tidak membutuhkan biaya sedikitpun, agar ia tak lagi terbebani oleh ibunya.
Dimana??: DI HUTAN!!

Pagi sekali, ia bergegas mengambil selembar kain dan menghampiri ibunya yang sedang terbaring sakit-sakitan.
Dengan nada lembut bak kasih sayang seorang anak ia membujuk ibunya untuk jalan-jalan ke suatu tempat.
Ibu tua yang sakit-sakitan itu, dengan cinta kasih terhadap anaknya menuruti permintaan si anak.

Digendonglah ibu tersebut ke tempat yang jauh dari rumah, tak ada orang-orang ataupun perkampungan dalam perjalanannya menuju hutan.

Dalam perjalanan ditengah hutan, ibu menangis pilu..
Karena ia tahu bahwa anaknya tak lagi membutuhkannya.
Tapi ibu tak kehabisan akal..

Sambil digendong oleh anaknya, ia mematahkan ranting-ranting semak yang ia lewati sebagai penanda jalan.

Tapi anak gadisnya tahu apa yang dilakukan ibunya.
Si anak membiarkannya karena berpikir ibunya juga sudah tak mampu berjalan sejauh yang ia tempuh..

Tibalah anak dan ibu itu disuatu tempat yang amat sunyi dimana suara-suara aktivitas manusia tak terdengar sedikit pun.
Sambil menangis pilu ia membujuk ibunya untuk turun dari gendongannya dan berkata:
Ibu, tunggu aku sebentar disini, aku ingin mengambil sesuatu disana..

Si ibu dengan ikhlas turun dari gendongan anaknya sambil menatap pilu anaknya..

Tatapan itu membuat anaknya makin iba..
Hingga anak itu tak kuat dan akhirnya berkata jujur:
Aku membuang ibu di hutan ini karena tak mampu lagi menghidupimu!!

Sambil terisak pilu:
Anak tersebut kembali bertanya pada ibunya..
Ibu, kenapa kamu mematahkan ranting-ranting semak dalam perjalanan tadi sedangkan engkau sendiri sudah tak mampu berjalan sejauh itu...

Dijawab sang ibu dengan penuh air mata cinta kasih:
PETANDA JALAN ITU UNTUK KAMU ANAKKU,
Agar nanti ketika engkau pulang tidak tersesat di hutan!!

Mendengar perkataan ibunya:
Tubuhnya terbujur kaku, seolah ia menjadi manusia terkeji dimuka bumi..
Gadis tersebut tak berucap apa-apa...
Dengan air mata penyesalan, ia langsung menyambar tubuh kurus ibunya yang tergeletak rapuh ditanah..
Untuk ia gendong kembali ke rumahnya...

Akhir cerita, ibu dan anak itu memilih untuk tetap hidup bersama...
Walau dalam dera hidup yang amat sangat..

2 hari kemudian..
Keduanya mati..
Digubuk kecil mereka...


Pesan renungan:
Ya Allah, maafkan hamba-MU yang naif ini...
Aku tak sanggup mengesakan-MU...
Karena masih ada cinta untuk yang lain...
Untuk IBUKU...