Monday, 25 August 2008

Bangsa Indonesia Berhutang Pada Jihad

Aug 14, '08 11:37 PMby Dody for group muslim
Kemerdekaaan ini diperoleh dengan berhutang sangat besar pada Islam, terutama semangat jihadnya....Diantara hiruk pikuknya perayaan HUT RI ke-63 ini kita mungkin lupa para pahlawan muslim yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan negeri ini...Isalm dengan doktrinnya yang tidak memiliki batas-batas teritori, warna kulit, ras, jenis rambut dan sebagainya akhirnya dapat mempersatukan seluruh perjuangan di Nusantara ini....Kita tentu masih ingat dengan perang Diponegoro yang digelorakan oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830 benar-benar membawa semangat jihad bagi bangsa ini... Hal itu tidaklah akan terjadi jika Diponegoro adalah seorang pangeran atau bangsawan saja... Diponegoro adalah seorang sufi, ulama, guru sekaligus panutan umat Muslim saat itu... Sebelumnya, Belanda juga sedang menghadapi Perang Paderi di Sumatera Barat. Perang yang dikobarkan oleh Tuanku Imam Bondjol itu sangat merepotkan Belanda dan terjadi pada tahun 1821-1825. Hal inilah yang membuat Belanda menarik pasukannya dari Sumatera Barat dan bersiap menghadapi Perang di Pulau Jawa (Perang Diponegoro). Dalam dokumen-dokumen Belanda, Perang Jawa (Perang Diponegoro) telah menewaskan 7000 serdadu Belanda. Pada puncak perang tersebut, Belanda disebutkan hingga mengerahkan 23.000 pasukannya untuk melawan Diponegoro. Belanda juga harus merekrut ribuan orang dari Eropa, terutama mereka yang terlibat dalam perang Napoleon. Jihad di negeri ini terbukti telah mapu merepotkan kaum kafir dan penjajah. Begitu juga dengan perang Aceh yang biaya perangnya disebut-sebut hampir membuat Kerajaan Belanda tenggelam karena beban utang. Perang Aceh yang begitu panjang tidak lain karena warna semangat Islam dalam darah perjuangan mereka. Oleh karena itu perang Aceh juga disebut dengan perang Sabil, diambil dari kata jihad fi sabilillah.... Perang tersebut juga merupakan perang terpanjang yang dilakukan oleh Belanda di Nusantara....Pada akhir abad XIX, ketika Inggris adn malaka berebut selat malaka, Perang sabil meletus pada tahun 1837-1913. Perang ini melahirkan seorang tokoh yang meneliti dari mana kaum Muslim Aceh mendapatkan tenaga yang sedemikian besar...Tokoh itu adalah Snouck Hurgronje yang mengetahui bahwa ajaran Islam dan jihad yang menjadi pembangkit semangatnya...Dia berusaha untuk merusak arti Islam yng sesungguhnya dan meracuni pemikiran kaum Muslim Aceh. Diantaranya dia memberikan rekomendasi agar kaum Muslim Aceh memisahkan antara agama dengan pemerintahan dan melarang khutbah diberikan dalam bahasa setempat agar kaum Muslim tak bisa memahami isi khutbah.... TNI (Tentara Nasional Indonesia ) juga lahir dari rahim umat Islam lewat jihad. Banyak sekali santri dari berbagai pesantren yang denagn suka rela bergabung menjadi anggota TNI. Banhkan, panglima Besar jenderal Soedirman adalah seorang aktivis Muhammadiyah yang membaktikan hidupnya untuk jihad. Jeajk jihad, ada di seluruh penjuru negeri ini...Namun, hari ini banyak yang melakukan pemutarbalikan fakta dan juga distorsi tentang makna jihad itu sendiri....Tak sadarkah mereka bahwa kemerdekaan bangsa Indonesai bukanlah hadiah dari bangsa penjajah, melainkan kemerdekaan ini direbut dengan teriakan ALLAHU AKBAR dan semangat jihad yang meluap. Pada jihad negeri Indonesia sangat berhutang banyak dan tak kan mungkin untuk terbayarkan...

0 komentar:

How to Become a Muslim